Pengerjaan proyek kanalisasi oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) di hilir Desa Lebung Itam, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten Ogan Komering Ilir, memicu dampak negatif bagi masyarakat setempat. Proyek yang mulai dikerjakan pada 11 Desember 2023 tersebut dinilai telah mengubah bentang alam secara drastis dan merusak siklus air alami di wilayah tersebut.
Dampak yang paling dirasakan warga adalah munculnya fenomena kekeringan yang datang jauh lebih dini. Sebelum adanya kanal tersebut, warga masih bisa menikmati akses air sungai selama satu hingga dua bulan sejak musim kemarau dimulai. Hal ini memungkinkan mereka untuk tetap beraktivitas menggunakan perahu ketek sebagai sarana transportasi utama.
Namun, sejak kanal tersebut selesai dibangun, kondisi lingkungan berubah total. Cuaca panas yang hanya berlangsung satu hingga dua minggu kini sudah cukup untuk membuat debit air menyusut tajam hingga mengakibatkan kekeringan. Kondisi ini melumpuhkan mobilitas warga dan menghambat kegiatan ekonomi serta rutinitas harian yang sangat bergantung pada keberadaan sungai.
Masyarakat setempat menyatakan keberatan atas pembangunan ini karena dianggap tidak mempertimbangkan aspek geografis dan kebutuhan nyata di lapangan. Mereka mendesak pemerintah, khususnya instansi terkait, agar lebih cermat dalam merencanakan program pembangunan. Warga berharap ke depannya pemerintah hanya menjalankan program yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat desa, serta mempertimbangkan dampak ekologis jangka panjang agar tidak merugikan kesejahteraan warga yang tinggal di wilayah hilir.
